Sunday, September 25, 2016

The Day Will Come


           Pagi ini, semua cantik. Dan buku kumpulan puisi yang teman saya kasih kemarin justru menjadi sebuah ketergantungan. menyukai syair indah memang sudah dari dulu, tapi ga suka baca nya. Really am not good dalam mendalami sesuatu. someone said to me when I was in SHS, dia bilang bahwa saya bukan tipe org romantis tetapi mencintai suatu keromantisan. AH ! Those words fosilized on my head. I'll share one of Sapardi poem again today. it's all about the faithfulness and immortality.Puisinya ttg cinta sangat touching, ga lebay dan ga membosankan. Good to be the one of the good reasons for starting a good day today :)

The day will come 
When my body no longer exists 
But in the lines of this poem 
I will never let you be alone 

The day will come 
When my voice is no longer heard 
But within the words of this poem 
I will continue to watch over you 

The day will come 
When my dreams are no longer known 
But in the spaces found in the letters of this poem 
I will never tire of looking for you.

=======================================
Hari itu akan datang
Saat ragaku tak lagi ada
Tapi pada baris-baris puisi ini
Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian

Hari itu akan datang
Saat suaraku tak lagi terdengar
Tapi dalam kalimat-kalimat puisi ini
Aku akan terus menjagamu

Hari itu akan datang
Saat mimpiku tak lagi diketahui
Namun dalam ruang-ruang yang ditemukan pada puisi ini
Aku tidak akan lelah mencarimu.


The Day Will Come-Sapardi Djoko Damono





p.s
Kata mamsky, tersenyum adalah cara memeluk diri sendiri tanpa terlihat aneh. Entah darimana Beliau mendapatkan kata-kata itu.
Dan untukmu.. selamat pagi dan tersenyumlah! Kamu terlalu manis untuk disentuh kesedihan sepagi ini. 
Iya, kamu.

No comments:

Post a Comment