Showing posts with label untold stories. Show all posts
Showing posts with label untold stories. Show all posts

Wednesday, September 30, 2020

BERPINDAH

 Selamat pagi, 2020...

My post is kinda late I know, yet I want to keep you updated of what has happened in my life so far. This year is the worst year so far I ever had... Terlalu banyak patah hatinya... Berat move on nya. Dan isi blog ini memang tidak jauh-jauh dari perihal hati ini patah.

Sudah duduk di ruangan pada pagi hari ini, hati pun tiba-tiba tidak jelas.

Sebuah pagi di Bulan September yang lembut. Menelusuri lorong ingatan yang menjebak saya dalam keinginan untuk memilikinya sekali lagi. Tetapi pada akhirnya kenyataan membakar habis semuanya. Perihal dia yang hangat kukenang dan dia yang tidak akan pernah bisa lagi kugenggam.


Cinta itu tidak selalu tegas. Ketika ia berakhir, pasti ada yang tersisa. Ia tidak berbentuk seperti bangunan-bangunan, tidak dapat juga kita pegang atau kita sentuh. Kita memanggilnya dengan sebutan kenangan.

Cinta tidak kelihatan, tapi sungguh nyata di dalam hati dan pikiran. Untuk itu ada sebagian dari kita yang sulit sekali melupakan. Move on. Berpindah.


Saya tidak menyalahkan sebagian dari mereka yang sulit menerima keadaan, karena tidak mungkin ratusan bahkan ribuan kebersamaan bisa dihilangkan hanya dengan ucapan perpisahan. Kecuali kau sudah langsung menemukan penggantinya atau dia yang sudah dapat penggantimu dan meninggalkanmu sendiri. Sedih ya.


Sebagian dari kita memilih untuk tetap setia dalam ketidakpastian, menunggukeajaiban, kalau-kalau kenangan yang ada mampu memperbaiki keadaan kedua insan. Tanpa memperhatikan berapa banyak waktu yang terbuang secara cuma-cuma untuk menunggu sesuatu yang sia-sia.


Karena pada dasarnya hal yang paling sulit dilakukan adalah melepaskan sesuatu yang bukan milik kita.


Tetapi bisa jadi, bukan berarti kita tidak mampu melupakan, hanya perlu membiasakan diri tanpa dirinya lagi.  Seperti kecupan kening yang selalu ada ketika bertemu, atau sekedar pertanyaan bagaimana harimu hari ini?



Ya, mungkin sebagian dari kita hanya perlu membiasakan, bahwa kini senyuman dan tawa tidak lagi bersumber dari dirinya. Momen-momen dalam penantian tersebut sering kali menyadarkan sebagian dari kita untuk bersikap sewajarnya. Memang benar, tidak selalu menunggu berakhir dengan sia- sia. Jika juga tak kunjung bersama, setidaknya ada hati dan pikiran kita yang berubah. Kita memahami, bahwa segala sesuatu yang berlebih dan dipaksakan tidak akan pernah baik adanya.


Seberapa keras kita memperjuangkannya, seberapa lama kita menunggunya, jika dia bukan milik kita selalu ada jalan untuk memisahkannya.


Sampai suatu ketika kita berada pada zona aman kita. Titik di mana saat kita menoleh kebelakang, semua tampak berbeda.  Kita merindukan perasaan yang dirinya ciptakan lewat kebersamaan,


Tapi...


Kita menyadari bahwa luka ada untuk mendewasakan. Rindu bukan berarti ingin mengalami hal serupa, hanya mengenang dan kemudian dijadikan pelajaran. Karena bagaimanapun juga, hati kita yang perlu dijaga bukan lukanya.



"Menunjukkan kasih sayang tidak harus dengan memilikinya,  merelakannya berbahagia dengan orang lain adalah alternatif lain."


*while listening to : I Love You but I'm Letting Go -  Pamungkas*









Friday, January 11, 2019

EGO MANUSIA

Hey, it's January 2019 already!


Okay, kali ini yuk ngomongin tentang "Ego nya manusia".
Pernah bertindak egois ke orang lain ga?
Kaya...
- Nyuruh seseorang buat ga boleh deket sama orang lain;
- Ninggalin dia yang lagi berjuang;
- Ninggalin dia yang lagi sayang-sayangnya demi kemarahan kamu;
- Ga mau minta maaf tapi mengharapkan orang lain buat minta maaf;
- Nyuruh orang lain buat sabar atas ketidaksabaran kamu;
- Ga mau nikah dan mau hidup sendiri, fokus sama karir;
- Lebih mentingin kerjaan dibanding keluarga.
and so forth...

??
(I have been  there~)

Pada dasarnya, "ego" itu ada disetiap manusia. Yang jadi pembeda, ada yang tau dan berusaha mengontrol dan ada yang dilepas aja seadanya dan berusaha (minta untuk) dimengerti.
Tapi ya... ga selamanya egois itu buruk kok. Dalam beberapa hal, manusia perlu ada sisi egonya. Terutama demi kesehatan mental dan fisiknya.

Cara termudah egois untuk diri sendiri, 
Misal, kita berusaha keras berkorban untuk orang lain, yang sebenarnya juga gak bisa menghargai pengorbanan kita. Dalam jangka waktu yang panjang, yang nyiksa diri sendiri, tanpa di komunikasikan. Biasanya kisah gini, ujungnya meledak dan pecah. Sesuatu hal yang dipendam dengan alasan mengalah / males ribut dengan periode yang panjang, efeknya tinggal tunggu bom waktu.

Pertama kamu egois ngorbanin diri sendiri, terlalu lama dikondisi tidak sehat. Secara ga langsung, kamu egois dengan memaksa atau berharap orang lain bisa paham pikiranmu tanpa perlu dikomunikasikan.

Karena,
komunikasi
adalah
kunci.

Egois yang umum lainnya,
Ga mau melepaskan demi kepentingan sendiri. Padahal tau orang lain tersiksa di kondisi itu.
ADA?  

Ada beberapa pilihan hidup yang jelas bersinggung sama hidup orang lain. Keputusan ini sih yang perlu banget buat dikompromiin... Cari jalan tengah, komunikasiin baik-baik, jangan asal lari ninggalin hal yang ga enak gitu aja.


Segitu aja yaaa mumbling nya!


Semoga harimu menyenangkan :)

Wednesday, November 28, 2018

AKU

"Salah satu hal tersulit dalam duniaku
adalah untuk mengerti inginnya hatiku.

Seorang aku saja bahkan kadang tak
sanggup memahami apa yang sedang
hatiku pinta.

Oleh karena itu tak banyak orang yang
betah berlama lama bersamaku.
Ntah karena alasan lelah atau bosan.
Mungkin bisa saja karena memang
sudah tak sanggup belajar
memahamiku.

Maka tak semua orang kuizinkan
masuk dalam duniaku karena mereka
takkan paham apa yang benakku
ciptakan.

Terlalu rumit untuk menjelaskan
semua angan dan khayal yang aku
ciptakan sendiri.
Tidak tertebak oleh logika
Tingkah laku pun kadang tak cukup
mampu menjelaskan.
Tidak ada yang bisa mengerti duniaku.


Tidak ada yang mampu mengertiku.


Tak ada yang paham betapa rumitnya
pikiran dan banyaknya pintaku.
Tetap mau menghabiskan waktunya
bersamaku.
Dibalik itu semua, tentu saja tetap ada
orang orang yang tetap mau belajar
mengerti diriku.

Tetap bersabar dengan segala tingkah
yang aku buat.
Tetap mau menghabiskan waktunya
bersamaku.

Aku berterima kasih.
Kepada siapa saja yang mau belajar
memahamiku.
Dan sanggup bersabar menghadapi
seorang aku.
Serta tak pernah memilih pergi untuk
meninggalkanku.
Jika seseorang memang sanggup
untuk mengerti diriku.

Tetapi sepertinya tidak perlu
mengerti.
Cukup menghargai bahwa pikiran ku
berbeda.

Dia akan mendapatkan sesuatu yang
lebih.

Bukan perbedaan yang cukup berarti
dia hanya akan mendapatkan sesuatu
yang tak akan ku berikan kepada
siapapun yang memilih pergi
meninggalkanku.

Jika kau bertanya "Apa itu?"

Sebuah kepercayaan penuh, kasih
sayang, serta pengorbanan yang akan
aku berikan.

Tak hanya itu... separuh hidupku pun
rela aku berikan."

Friday, June 30, 2017

Memberi Hati Untuk Melepas

Teruntuk kamu yang tak bisa lagi kudapat. 
Terkhusus untuk hatinya yang tak lagi sama.


Saat itu semua serasa hampa, ia datang lalu mengajarkan apa itu beranjak. Ada aku yang terjebak dengan seseorang, lalu ia membawaku ke tempat dimana semua terasa baru. Hari dimana ia memulai semuanya.

--14 Agustus 20xx--

Ia tawarkan kenyamanan dengan sendu. Aku terjerat, aku terpikat saat ia berkata “Terima kasih karena telah menerimaku apa adanya”.


Ia membawaku ke alam terindah saat ia melantunkan kemerduan ayat-ayat Al- Quran melalui pesan suara.

Ia mencari keberadaanku saat aku sibuk tak memberinya kabar, seketika aku merasa begitu berharga.

AKU & DIA.
Awalnya pun hanya sekedar keisengan belaka. 
Yang kemudian pun saling mencari, saling mengerti, saling membutuhkan, saling sayang, saling menginginkan, saling mengikat janji lalu jadilah.

SINGKAT.
Ketika kejujuran akhirnya mengambil alih.
Pun telah terlambat.
Tak mengerti. 
Penuh amarah. 
Tanpa adanya kesempatan untuk memperbaiki.
Ia menangis,
Ia tersenyum,
"AKU BERHENTI", katanya dengan yakin.

Dingin semakin menusuk.
Malam semakin pekat.
Angin tak lagi sejuk.
Udara semakin memikat.
Memikat hati untuk bergemuruh menemani kaki yang gemetar sembari air mata mencucur begitu derasnya.

Melihat apa yang sudah, aku menemukan kenyataan yang tak sesuai harapan. 
Iman dipertaruhkan, hati dipertanyakan, keputusan diutamakan, cinta diasingkan.

Aku mempertahankan. Aku menolak kepergian.
Sampai pada akhirnya ia berkata “Aku tak bisa menemanimu sampai esok. Ini waktumu untuk pergi”.

LARA.


Kembali dari awal. Aku hanya ingin mengulas kenangan tanpa berniat untuk mengundang. Sampai ditengah frasa aku tersadar bahwa memang apa yang bukan kehendak-Nya tak bisa kita paksakan.

Dan di titik puncak perasaan, aku membiarkannya pergi.
Tak ada yang perlu aku jelaskan lagi.
Ini hanya kenangan.

Sekuat apapun aku mempertahankan dan sebesar apapun usahaku untuk memeluknya, sesuatu yang pada dasarnya ingin pergi tak mungkin dapat aku tahan.


Cukup semua apa yang ia beri aku rasakan indahnya. 

Aku berterima kasih atas kehadirannya pada Allah SWT Pencipta Segala Rasa, Maha Pembolak-balik Hati. Aku bersyukur mampu mengenal ia dengan dekatnya, mampu menghiasi harinya meski tak lama, mampu berbincang dengan mudahnya sampai mampu melepaskannya.


Pada titik puncak rasa sayang, aku membiarkannya pergi. Bukan karena aku menyerah, bukan pula aku lelah.
Aku membiarkanya bahagia tanpa ada aku di sisinya. 
Karena akan lebih membahahagiakan kalau ia bisa lebih bahagia tanpaku daripada harus menggerus hati jika bersamaku.

Kembali aku dipaksa secara tiba-tiba untuk belajar perihal Ilmu Ikhlas.


Untuk Dia.
Terimakasih pernah hadir. 
Terimakasih pernah berkorban.
Terimakasih pernah berjuang.
Terimakasih pernah bertahan.
Terimakasih untuk kenangan.
Terimakasih atas kehangatan.
Terimakasih atas kesabaran.
Terimakasih atas segalanya.

Maafkan segalaku yang salah. Maafkan semuaku yang melukai. 
Maafkanlah.

Aku membiarkanmu pergi sesuai apa yang kau ingini. 

Carilah bahagia seperti yang kau mau. 
Berlarilah menjauh jika itu inginmu.

Aku tak akan memaksakan mauku. 
Untuk menyayangimu aku cukup melihatmu bahagia.
Sampaikan pada hatimu dengan nyata. 

Aku menyayangimu tanpa spasi. 

Inilah kerelaan untuk kau tinggal pergi.
Tetaplah tersenyum.



Ingatlah aku sebagai pribadi yang pernah ikhlas kau tinggalkan demi kebahagiaan yang kau cari. 
Dan do'a untukmu selalu akan aku lantunkan, caraku untuk menyampaikan rindu dan memelukmu dari jauh di jalan-Nya.





Palembang, Juni.

Thursday, June 8, 2017

It was.

It was lust that drew me close to you. Over time, that lust morphed into something deeper called love. But between these all came along something wicked called lie that gave birth to lunacy...



Sunday, May 14, 2017

Jika Aku Pergi


Ada yang pergi hanya untuk sekedar ingin dicari.
Ada yang pergi hanya karena ingin dikenali oleh diri sendiri.
Ada yang pergi hanya karena lelah dan ingin di terima oleh sunyi dan sepi.
Ada yang pergi hanya untuk kembali bersama lagi.

Setiap yang datang berawal dari keputusannya untuk pergi.
Setiap yang pergi berawal dari keputusannya untuk meninggalkan.

Bandara adalah tempat terbaik untuk pergi.
Bandara adalah tempat terbaik untuk meninggalkan.

Di bandara setiap orang bertemu hanya untuk berpisah.
Kemudian merasakan resah tak terelakkan karena ada sesuatu yang tak ikut di bawa pergi.

Saya tidak pernah sanggup untuk pergi.
Tapi rasanya saya ingin meninggalkan yang tak ingin bersama lagi.

Namun jika saya memutuskan untuk kembali,
Apakah kau akan pergi atau menyambut kedatanganku lagi?




p.s.
Di waktu ini,
di bandara sebuah kota,
dan kau masih berputar di dalam kepala.


Monday, May 1, 2017

Tentang BAPAK

Ahh hari ini, aku kangeen banget sama Si Papsky. Kangen omelannya. Kangen bawelnya . Huhu


Dear Bapak.
Terima kasih untuk obrolan singkatnya tadi siang ya. Mba bagi buat temen-temen yang baca blog di sini ya. cuma sebagian kok, engga semuanya :D

"Kemarin Bapak dengar Mba telpon Mama, tapi nggak mau bicara ah, kalau lagi bicara sama Mama.”
"Iya, abis telpon Bapak, nggak diangkat-angkat."
"Iya, abisnya Bapak  lagi sibuk sekali kadang suka nggak denger kalau lagi ada bunyi telepon."
"Hmm, ya sudah nggak apa. Sehat Pak?"
"Sehat."
"Lagi dimana ini?"
"Lagi di rumah Om (salah satu temanya di masjid) sedang sakit. Lagi doain dia."

Dari jaman aku kecil sampai aku udah segede ini. Bapak selalu menjadi contoh paling baik untuk melayani orang lain. Selalu bersemangat mengunjungi orang sakit - ngedoain mereka. Jiwa sosialnya selalu besar. Jiwa membantunya selalu membuat aku terkadang terinspirasi.

"Oh iya, jangan lupa ya jagain Irul, ingetin Irul juga jangan keseringan pulang malam. Mba kalo mau kemana-mana ngomong ya sama Mama atau Bapak. Sms juga gak apa-apa. Jangan sekali-kali pergi sama laki-laki tanpa sepengetahuan Kami. Mba ngerti kan? Mba mau bantu Bapak kan?"
"Iya Pak,,"
“Danke.."

Entah kenapa siang itu rasanya beda sekali. Aku juga jadi terkesan jadi 'perempuan manis yang penurut'. Haha.
Haaahh.. Aku kangen Bapak banget. Baru kerasa kalo lagi jauh begini ..

"Terus kenapa baru telepon sekarang?"
"Maaf Pak, kemarin mau nelpon tapi ternyata pulsanya habis, pas udah reload malah lupa. Baru keinget sekarang. Hehe."
"Hmm, tapi janga lupa kirim kabar."
"Iya."
"Inget : jaga diri baik-baik. Bawa diri baik-baik."
(Selalu dan selalu. Ini nasihat favorit yang selalu aku dengar hampir di setiap percakapan kami kalo lagi berjauhan seperti ini)

Terus ada satu lagi, ini bisa dibilang kalimat penutup yang selalu ngebuat aku berkaca-kaca kalo udah ngedengerinnya.

“Hidup itu harusnya jadi berkah untuk orang lain.”

Siang itu, aku berdiri persis di balkon kamar aku. Bersama laki-laki yang paling aku cintai dalam hidup aku. Bersama laki-laki yang mungkin pernah ngebuat aku sakit hati, ah tapi aku ga peduli. Bersama laki-laki yang selalu siap mencintai aku , ketika mungkin ga ada orang yang mau mencintai aku. Laki-laki yang kualitas hatinya aku tau betul, Laki-laki yang ga akan pernah ngebuat aku berhenti jatuh cinta lagi dan lagi. Iya, Laki-laki itu adalah Laki-laki yang dipilih oleh Mamaku untuk menjadi teman hidupnya sampai akhir hayatnya. Laki-laki yang udah ngasih aku adik yang juga menyenangkan (terkadang). Haha..

Laki-laki yang suaranya, hanya bisa aku dengar dari telepon untuk semenjak aku memutuskan untuk pindah ke Jakarta.

Nanti, anak-anak aku harus tahu bahwa mereka punya Eyang yang sangat luar biasa :')





I Love you, Pak !

Friday, April 14, 2017

UNTITLED

#justlikeanotherunimportantstorytotellyou



Every single road has the end. and so does like us.
Yup, I've never thought that it'd be such a short short story. It feels like discontinued something that has just started and still running fast. Just like that, it's over. Tormented and torn apart. ironic.
do not ever blame on this condition. Blame me...


But have you ever holding back tears until you want to throw up because you just can't stand it anymore? Like everyday when you pray?

In fact I don't really know what to write now. I'm in pain, but there's no point of telling anyone about it because none of them would understand. You might not believe this, but sometimes, untold feelings could led you to suffocation. Well, it works like that on my world. Truths keep choking me hard and I can do nothing besides holding back the pain, as if nothing wrong. Holding up the tears falling down on my cheeks.

Because I want you to be happy. It will be different if I stay.
I will be the only person who's going to hold you back from pursuing your dreams.
I will be the only person hurting you with my endless selfishness-lying and annoying 'sok manja'.
I will be the only person that must be blamed for this feeling.
I will be the only person that you're going to hate in the end, so why wasting time?
YOU DESERVE MORE THAN I HAVE EVER GIVEN/DONE TO YOU!

Tom: What happened? Why - why didn't they work out?
Summer: What always happens. Life.

I think life got us.

In the end, I could only sum up this with 3 simple word. I. (still) Don't. Know.
Okay, so that's 4.
I still don't really know whether I should be sad or pleased about this I still don't really know. I still have you, I know but yup in the different 'occasion' and a very 'limited' movement. Sometimes, things are better left unsaid. At least on this case, it is.

Tom: I love how she makes me feel, like anything's possible, or like life is worth it.

It's you.






''...Tuhan bila waktu dapat ku putar kembali. Sekali lagi untuk mencintanya. Namun bila waktu ku telah habis dengannya. Biarkan cinta ini, biarkan cinta ini hidup untuk sekali ini saja…''

Friday, February 10, 2017

:')

we have a lot of time to talk each other. together as in our way. I know you for a very short period, but that doesn’t stop me from knowing you very well in time. I believe that knowing someone isn’t about seeing them every day, but about understanding them better than anyone else in the world. when nobody in this world I couldn't believe even believe in myself, there was you saying that you do believe in me. you trust me with no doubt! I'm sorry I can't fill all your expectation.
(sometimes) I understand you and you (always) understand me and it is as simple as that.


thank you for lending me your shoulder to cry on.
thank you for listening every un-important word which is always full of complaints and problems.
thank you for always be there whenever I need, give me hugs, assuage my anger and always stay tho I never ask you to stay. I need it really, every woman does.
thank you for the patience and positive support.
thank you for "talking me off the edge" over and over again.

All your love and prayers have kept me alive. you are an awesome person inside and out and my prayer is that you have a very very really best soulmate later. you really deserve it!

I wish that there would be no one will hurt you anymore including me.. aamiin

Tuesday, November 29, 2016

Dear myself...

jika kamu merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia,
ALLAH tahu betapa keras kamu sudah berusaha.

ketika kamu sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih,
ALLAH sudah menghitung airmatamu.

jika kamu pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu terasa berlalu begitu saja,
ALLAH sedang menunggu bersamamu..

JADI, bertahanlah ! :)



Ya Allah, saya mau bilang semuanya sama dia. Tapi saya takut, takut dia akan hilang. Saya harus apa Ya Allah? Saya udah ga sanggup...

Thursday, November 17, 2016

I'm Sorry

sometimes, I get jealous thinking someone else could make you happier than I could do.
but I guess it is just my insecurities acting up.
because I know I am not the pretiest, smartest, and most fun and exciting.
but I do know that no matter how hard and long you look, you'll never find somebody that loves you like I do.

Saturday, November 5, 2016

WHAT IF




We say we love each other. We've known each other. We've given each other advice. We text about everyday. We've liked each other, just at separate times. We can't get over the feeling we have even we've tried our whole brain off to think about make the feeling fades away.


What if everything just real between us? 

What if I confess? Would we be still ending up the same?

What if everything works out right and we end up together? 

What if we were "that" couple... the one that everyone has been waiting for?



What if...





# while listening What If - Colbie Caillat : ".... What if we were made for each other. Born to become best friends and lovers. I want to stay right here in this moment with you over and over and over again. What if this could be a real love A love, a love, yeah.. I don't know what to think. Is this real or just a dream. In my heart is where you'll be. I'll keep waiting till we meet..."

Sunday, October 30, 2016

FREEDOM


Things are going to bring me down. But I'm going to keep on going. I'm going to reach as far as I can, for everything I've never wanted. And I'm not giving up. 
Cause that's what you have to do when your dreams are more important than your fears. 
You go out there and ignore the odds. You focus on one thing; that your dreams come true. 
Get your life, make it worth. 
Feel your own freedom and spirit...





Dear Dickhead, I love you without knowing how, or when, or from where. I love you simply, without problems or pride...





(photo from flickr)

Tuesday, October 18, 2016

A letter to you


Dalam hidup tak ada yang kebetulan. Segala sesuatu dibuat untuk sebuah tujuan. Dari banci diperempatan. Orang gila dipinggir jalan. Wanita kesepian di gang-gang. Tak ada yang lebih tinggi maupun lebih rendah. Hebatnya, Allah tak punya pilihan untuk menyayangi yang mana dan mana yang tidak. Ia menyayangi semua. Masalahnya, saya terkadang melebihi Allah.  Saya terlalu pemilih. Memilih siapa yang mau saya sayangi dan tidak. Sampai sini saya berpikir, yang Allah siapa, yang manusianya siapa. Malam ini kalau berdoa, minta hati yang lebar lagi untuk menyayangi. Selebar apa? Silakan pilih saja. Saya sih mau selebar globe atau bola dunia. Eh, tunggu! Globe tidak lebar, ia bulat. Oke kalau begitu sayangku ke kamu sebulat globe. Karena bagi saya, kamu adalah dunia saya.

Selamat tidur :)

Wednesday, September 21, 2016

AGAIN and AGAIN

I know it wouldn't be right to feel this way but then again, I won't and I can't deny the fact that I do think of you a lot as well. It's just so hard to ignore meeting someone like you. I have never met anybody like you. It can be unfair but it's life and it's difficult to talk about.

I'm sure nothing will change though. Even if it would be tough to stop feeling this way. It's hard to think about it. it's tough to deal with it. The fact is it would be impossible for us to be together. It's not hopeless, it's just that there is no certainty or assurance that it would happen but despite all that, it still feels like it will happen and that it will come true. Why is that? I don't want to be this way. It's like I'm lying to myself and to everyone else but why do I keep on falling, falling even more for you? I can't seem to contain myself, thoughts running wild in my head. Whoever thought I would know you? Whoever knew it was possible? Nobody ever expected this. It wasn't part of our desire. Then again, why am I happy? Why am I thinking that everything will be alright? I guess in the end I am contented even if i know this might be wrong.

Why am I having sleepless nights? Do I have to go crazy thinking of things deeply or do I just have to be practical? I have so many questions but I don't know how to answer them.

But okay, just forget those random words. I'm sorry for thinking this way. Don't take it personally. It's true that some people are meant to fall in love with each other... But not meant to be together, right?! Same with me here.
The thing is, I should accept all the changed that happens in my life no matter how bad or worse things get in the end. Yea, it's nice to have someone as good as you in my life, dick.. Thanks for being a great one! :)

Friday, September 2, 2016

You and Me



"Nothing to prove, and it's you and me and all other people. And I don't know why, I can't keep my eyes off of you. What day is it? and in what month? This clock never seemed so alive." You and Me - Lifehouse. 

Pagi ini terasa kacau. Sebenarnya terasa seperti patah hati dengan segala hal yang ditemui. Tidak melulu tentang lawan jenis seperti  yang ada di otakmu ketika membaca kalimat tadi! Tetapi entah kenapa pagi ini saya malah ingin membicarakan cinta. Ya, kali ini cinta ketika kita merasakan cinta lebih tepatnya. Yang perlu diingat adalah, bagi saya, jatuh cinta yang menyebabkan luka cinta tidak akan membuat hidupmu berakhir atau mati. Itu hanya fase hidup. Kita namakan saja fase belajar. Jadi tidak usah takut untuk patah hati karena hatimu terluka karena cinta.

Teringat cerita seseorang yang sangat percaya tentang detail dan tanda ketika sedang merasakan cinta.  Dan membuat saya belajar untuk memahami dua kata tersebut lain waktu. Tetapi pagi ini, ketika saya sedang merasa patah hati karena cinta dan melihat ke luar jendela, melamun. Saya mendengar alunan lagu, yang liriknya saya tuliskan diatas, dari kejauhan. Lagu yang diputar oleh sepupu saya dikamarnya. Saya rasa dia sedang jatuh cinta. Otak pun kemudian berputar. Lagu ini mengingatkan kembali. Semacam tanda. Ya, tiba-tiba saya memikirkan tanda sepagi ini. Membawa saya kembali ke waktu-waktu yang sudah jauh berlalu. Ketika saya dapat mengingat segala sesuatunya dengan detail. Bagi saya detail itu penting. Hal-hal kecil yang bagi orang lain tidak penting.

Bahwa jatuh cinta adalah tentang detail. Bagaimana kamu mengingat sepatu kesayangan. Bau kesayangan. Tatapan mata kesayangan. Senyum kesayangan. Suara kesayangan. Cara mengerutkan alis. Cara berjalan. Cara berbicara. Intonasi. Respon. Semua yang pernah saya catat dalam kepala.

Bahwa ketika saya jatuh cinta saya mencatat segala sesuatunya dengan detail dalam kepala saya. Selalu menginginkannya. Adiksi. Mengingatnya. Dan tidak pernah lupa. Ketika pagi ini, ketika saya mendengar lagu itu kembali. Lifehouse. You and Me. Ada rona hangat yang tiba-tiba menjalar dari hati ke pipi saya. Saya tidak dapat melihat warnanya apa. Tapi saya bisa merasakan hangatnya dengan jelas. Saya membaca itu sebagai tanda. Bukan banyak tanda. Tetapi hanya sebuah tanda.

Jauh di dalam hati saya yang paling dalam saya mulai mempercayai kata-kata orang itu,  bahwa hidup adalah persoalan membaca tanda. Tinggal bagaimana saya menjadi pintar dan membaca tanda-tanda yang datang kepada saya. Masalahnya kadang-kadang saya tidak terlalu pintar.

Barangkali analoginya seperti ini: Tanda yang datang itu seperti teka-teki. Puzzle kecil-kecil. Yang akhirnya akan saya susun sebagai apa. Disesuaikan.

Paling tidak begini, saat ini saya perlu menyiapkan hati ketika tanda-tanda itu datang menghampiri. Saya harus pintar membacanya. Mungkin tanda itu berupa sebuah lagu yang singgah pada kupingmu pada suatu pagi. Lifehouse. You and Me. Dengan pemandangan kota sekitar di pagi hari. Suasana yang masih sepi dan damai di pagi hari. Ada perasaan hangat yang kemudian muncul dari perutmu ke hati lalu ke pipi.

Dan sekarang saya paham dan percaya. Hidup adalah persoalan membaca tanda. Setuju-setuju atau tidak setuju. Tanda-tanda itu akan menghampiri siapapun yang percaya. AH mellow sekali saya pagi ini...




-dbc

Tuesday, August 30, 2016

You Just Have NO Idea



you have no idea, 
no idea of what I feel about you.
of how much I care about you. of how much I think you are amazing and cool.
of what I think we could become. of how much you can make me happy and sad at the same time.

of how much you can make me feel so alive. of the butterfly riot that takes place in my stomach when you talk to me. of how much you make me worry and scared.
you have no idea.


ik, you are not such a good idea...



-dbc


Saturday, August 20, 2016

Tuhan


....

dia hanya memberiku rasa kagum. untuk saat ini tidak menggebu dan tidak memaksa untuk memiliki siapa-siapa. pun tidak diizinkan-Nya aku merasa sakit ataupun euphoria yang berlebihan :)

Terima kasih Maha Pengasih. aku nyaman dengan cintaMu dan cinta dari keluarga & sahabat-sahabatku.

Friday, April 13, 2012

Sweetest Letter Ever!


Rahayu,

Besok Kamis 12 April 2012 mungkin akan jadi awal yang baru untukku. Episode lanjutanku dalam menapak lembar kehidupan politik yang kurintis sejak lama. 

Jujur banyak hal yang kutakutkan dalam menyambut esok hari itu. Dan yang paling kutakutkan adalah jika dengan amanah baru itu aku akan kekurangan waktu, waktu untukmu May, waktu untuk sekedar menyapa dan berbagi cerita layaknya beberapa bulan terakhir.

Aku mohon beribu maaf kalau sampai itu yang terjadi. Tapi bagaimanapun nanti dampaknya, aku mohon kamu bisa tetap percaya bahwa aku akan selalu sama, memegang janji untuk menjaga hati ini hanya untukmu.

Aku masih terus berharap suatu saat kita bisa saling memiliki, saling mengerti, saling membantu, saling berkorban dan menyatukan jiwa raga hingga akhir hayat.

Biarlah Sukarno memiliki Fatmawati, Suharto memiliki Hartinah, Habibie memiliki Ainun, Wahid memiliki Sinta, Megawati memiliki Taufiq, Yudhoyono memiliki Ani. Dan kubiarkan kau memilikiku, seutuhnya. 

Kudoakan agar Allah SWT selalu melindungimu dan menganugerahkan kesehatan serta keselamatan dalam menunaikan kewajiban mulia menuntut ilmu demi kemajuan bangsa dan negara di masa depan.

Jangan lupa syukuri dan manfaatkan waktu dengan selalu beribadah ya May. 

Selamat berkarya disana, semoga Allah SWT selalu melindungi, memberikan kasih sayang dan memberi petunjuk serta ridho-Nya kepada kita semua dalam melaksanakan tugas masing-masing. Amin.



Yang insya Allah selalu mencintaimu,

R M B P R




Halooooooo!! 

Bingung ya? Hehehe. Iya itu surat dari seseorang. Sebenernya sih ga ada maksud apa-apa. Hari itu, baruuuuu aja buka mata bangun tidur, ngecheck ada popoup notification message. Gue baca, sampai habis. I thought that was the sweetest letter for me ever! Mungkin di jaman sekarang (atau kalo gue ikutin pikiran gue yang kadang sok modern ini) gaya surat kaya gini tuh jadul banget ya ga?! Mungkin lebay atau apalah namanya. But you know what? Gue ga tau ya, rasanya itu hal pertama yg ngebuat gue senyum untuk pertama kali di pagi itu. hahahaha. Berasa lagi di jaman Kartini gitu gue... atau dizaman orang-orang yg tersebut diatas itu hidup. Soalnya gue jg pernah baca gaya penulisan kaya gitu itu ya waktu Pak Sukarno atau Pak Habibie gitu lah. Dan itu membuat damai jiwa gue dipagi hari itu. *tsaaahh

Ini bukan berarti gue suka yg jadul-jadul. Mungkin ini karena situasi, kondisi, prasaan pada saat membuka mata dan orang yang menulisnya kali yaaa yang bikin ngaruh. Hahaha. Tapi sebenernya ini bukan hal pertama yg ditulis orang itu atau orang lain, tp entah kenapa baru kali ini surat yang berasa bikin gue kangen belajar sejarah.. Dan kangen buat ngebaca cerita romansa orang-orang pembesar Indonesia waktu dulu. Intinya sih kalo waktu itu gue cuma bisa ngerasain 'lemes'nya ngebaca surat yg ditulis dan dikirim orang lain di dlm buku, skrg gue udah dapet satu. hahaha *norak :p


That letter made me fly to my hi-fantasy and that had made my day !



and for you,




Thank you for makin' me happy. And I'm sorry I couldn't do the same...



p.s. RAHAYU dalam bahasa Jawa artinya Cantik.


Saturday, March 31, 2012

Dwi Meli Fitriyana




Hari ini, tadi pagi, mama bongkar2 foto2 waktu aku masih kecil dulu. Dan aku tertegun tb2  ketika aku melihat foto kita berdua sedang memegang mic dan sepertinya kita sedang bernyanyi diacara ulang tahun kamu. Kita bertetangga, rumah kita berhadapan. Kita yang dulu suka jalan sambil bergandengan tangan, potongan rambut yg sama, berkulit sama hitam manis. Dan itu yang membuat kita kadang terlihat seperti anak kembar kalo dilihat dari belakang. Berangkat sekolah bersama, melihatmu tumbuh lbh dewasa daripada aku, kamu mulai mengenal cinta.monyet dan akupun terlupakan. Melihat kamu lbh memilih dekat dgn wanita itu.. Wanita yang saya sangat yakin yg membuat kamu jadi seperti sekarang ini... Dan kemudian aku pun pindah rumah. Kita ga pernah ketemu lagi sehabis itu.

Kangen...

Sedih ya rasanya udah 10 tahun ga ketemu. Aku ke Jakarta 2 tahun lalu. Aku menyempatkan untuk bertandang kerumah kamu. Harapannya sih aku bakal tau kalo kamu bakal WAH! Karena yaahh.. Kamu berasal dr kluarga yg sangat teramat tercukupi pd saat itu. Sekarang pun masih.. Tapi bukan itu masalahnya. Aku masih ingat sekali. Waktu itu di siang hari..

Ibumu : Wahh Yanti apakabar Nak? Sudah lama gak kesini ya.

Aku : Baik tante....

(mencoba untuk berbicara melepas kangen dengan ibumu dahulu untuk berpuluh menit. Tetapi tiba2...)

Ibumu : Kamu sudah besar ya skrg.. Cantik sekali. Mgkn Meli sudah sebesar ini. (muka ibumu sedih. Tp msh tersenyum. Dan aku mulai bingung dan berbagai hal liar berspekulasi di dlm kepalaku)

Aku : Maksudnya Te? Emang Meli kmn?

Ibumu : Loh? Km blm tau? Ibu sudah memberitahukan berita ini sama Mama mu dulu. 3 tahun yg lalu.

(Aku makin bingung..)

Ibumu : Meli sudah meninggal 3 tahun lalu. Dia kena penyakit komplikasi. Parahnya dia kena kanker paru paru basah. Dia sudah ga terkendali. Dia salah bergaul. Dia suka pergi dari rumah dan jarang plg kerumah. Dia lbh memilih untuk tinggal di emperan jalan drpd tidur dirumah. Dia pernah ditemukan ada di kalimantan oleh teman papanya. Dan keadaannya pada saat itu sudah rusak sekali. Bahkan dia udah ga inget namanya lagi......"

Aku shock. Aku ga bisa nangis. Kamu tau Mel.. Aku kangen loh sama kamu. Kangen kita waktu ketawa2 dulu. Lari-lari kesana kesini.. Kamu ga tau kalo waktu itu aku sedih kamu ga temenan lg sm aku. Tapi kamu harusnya tau kalo wanita itu ga baik buat jd temen kamu! Dia itu wanita liar yg pada usia 14thn dia udah pacaran sama laki2 berumur 20thn. Tapi aku ga bisa berbuat apa apa Mel... Aku masih inget lambaian tangan kamu waktu aku pindah rumah. Tapi setelah itu, kamu gada kabar berita..

Aku tau hidup kamu susah. Aku tau perasaan kamu waktu kamu kecewa sama kluarga kamu. Salah kluarga kamu jg emang klo mereka suka ngataain kamu 'Item' dan suka bilang, 'Kamu anak siapa sih kok beda sendiri. Kakak sama adik2mu putih semua.'

Aku tau kamu sedih.. Aku ngeliat kamu waktu kamu nangis gara2 kamu ga dikasih uang buat beli buku. Sdgkn adik kamu yg memang cantik itu selalu di beri perlakuan istimewa.

Tapi aku kira kamu bisa bertahan....

Aku sempet ga bisa nerima waktu sampe rumah. Aku nangis dan waktu itu aku juga ga bisa nahan amarah aku sama mama.. Sampai aku berteriak, "coba kamu waktu itu temenannya sama aku!! Aku tau aku lbh muda satu thn drpd kamu. Tapi aku tau cara jd teman yg baik buat kamu!!"


Rest in Peace ya Mel. Kalaupun didunia ini memang tdk ada yg sayang sm kamu, Allah ngambil kamu karena Dia lbh sayang sm kamu..

Tapi aku jg sayang sm kamu kok.. And we are always be bestfriends, whatever happens.

:')

See you in the next life yah! Jangan lupain aku!