Showing posts with label Sapardi Djoko Damono. Show all posts
Showing posts with label Sapardi Djoko Damono. Show all posts

Wednesday, November 2, 2016

Nokturno


Kubiarkan cahaya bintang memilikimu. 
Kubiarkan angin yang pucat dan tak habis-habisnya gelisah. 
Tiba-tiba menjelma isyarat, merebutmu. 
Entah kapan kau bisa kutangkap…

Nokturno - Sapardi Djoko Damono




p.s.
Mencintai adalah mengagumi dengan hati. Mengagumi adalah mencintai dengan pikiran.

Posted via Blogaway

Wednesday, October 26, 2016

Hatiku Selembar Daun


Hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput;
nanti dulu, 
biarkan aku sejenak terbaring di sini;
ada yang masih ingin kupandang, 
yang selama ini senantiasa luput;
sesaat adalah abadi sebelum kausapu tamanmu setiap pagi.

Hatiku Selembar Daun - Sapardi Djoko Damono

p.s.
I have an idea: let's sacrifice our memories for a great thing called new us. : )

Sunday, October 16, 2016

Entah Sejak Kapan



Entah sejak kapan kita suka gugup
Di antara frasa-frasa pongah
Di kain rentang yang berlubang-lubang
Sepanjang jalan raya itu; kita berhimpitan
Di antara kata-kata kasar yang desak-mendesak

Di kain rentang yang ditiup angin,
Yang diikat di antara batang pohon
Dan tiang listrik itu; kita tergencet di sela-sela
Huruf-huruf kaku yang tindih-menindih
Di kain rentang yang berjuntai di perempatan jalan
Yang tanpa lampu lalu-lintas itu. 

Telah sejak lama
Rupanya kita suka membayangkan diri kita
Menjelma kain rentang koyak-moyak itu, sebisanya
Bertahan terhadap hujan, angin, panas, dan dingin.

Entah Sejak Kapan- Sapardi Djoko Damono


p.s.
tanpa kamu, kata-kata paling indah pun hanya akan jadi pu-i-si

Sunday, October 9, 2016

Ketika Jari-Jari Bunga Terbuka

Ketika Jari-jari bunga terbuka
mendadak terasa betapa sengit, cinta kita
cahaya bagai kabut, kabut cahaya
di langit menyisih awan hari ini
di bumi meriap sepi yang purba
ketika kemarau terasa ke bulu-bulu mata

suatu pagi, di sayap kupu-kupu
disayap warna, suara burung
di ranting-ranting cuaca
bulu-bulu cahaya
betapa parah cinta kita
mabuk berjalan diantara
jerit bunga-bunga rekah…

Ketika Jari-jari bunga terbuka
mendadak terasa betapa sengit, cinta kita
cahaya bagai kabut, kabut cahaya
di langit menyisih awan hari ini
di bumi meriap sepi yang purba
ketika kemarau terasa ke bulu-bulu mata


Ketika Jari-Jari Bunga Terbuka - Sapardi Djoko Damono


Saturday, October 1, 2016

Aku Ingin


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.


Aku Ingin - Sapardi Djoko Damono


p.s. 
hey, Jelek! di sini, di tempatku duduk sekarang, di tempat yang sungguh jauh darimu, cuma ada kita.

Wednesday, September 28, 2016

YANG FANA ADALAH WAKTU


Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.
"Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?"
tanyamu.
Kita abadi.


YANG FANA ADALAH WAKTU - Sapardi Djoko Damono



p.s.
Dan kata barangkali atau mungkin membuat aku mencintaimu terdengar lebih masuk akal. Seperti Fernando Pesoa pernah bilang, "I write down what I feel in order to lower the fever of feeling."

Sunday, September 25, 2016

The Day Will Come


           Pagi ini, semua cantik. Dan buku kumpulan puisi yang teman saya kasih kemarin justru menjadi sebuah ketergantungan. menyukai syair indah memang sudah dari dulu, tapi ga suka baca nya. Really am not good dalam mendalami sesuatu. someone said to me when I was in SHS, dia bilang bahwa saya bukan tipe org romantis tetapi mencintai suatu keromantisan. AH ! Those words fosilized on my head. I'll share one of Sapardi poem again today. it's all about the faithfulness and immortality.Puisinya ttg cinta sangat touching, ga lebay dan ga membosankan. Good to be the one of the good reasons for starting a good day today :)

The day will come 
When my body no longer exists 
But in the lines of this poem 
I will never let you be alone 

The day will come 
When my voice is no longer heard 
But within the words of this poem 
I will continue to watch over you 

The day will come 
When my dreams are no longer known 
But in the spaces found in the letters of this poem 
I will never tire of looking for you.

=======================================
Hari itu akan datang
Saat ragaku tak lagi ada
Tapi pada baris-baris puisi ini
Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian

Hari itu akan datang
Saat suaraku tak lagi terdengar
Tapi dalam kalimat-kalimat puisi ini
Aku akan terus menjagamu

Hari itu akan datang
Saat mimpiku tak lagi diketahui
Namun dalam ruang-ruang yang ditemukan pada puisi ini
Aku tidak akan lelah mencarimu.


The Day Will Come-Sapardi Djoko Damono





p.s
Kata mamsky, tersenyum adalah cara memeluk diri sendiri tanpa terlihat aneh. Entah darimana Beliau mendapatkan kata-kata itu.
Dan untukmu.. selamat pagi dan tersenyumlah! Kamu terlalu manis untuk disentuh kesedihan sepagi ini. 
Iya, kamu.

Monday, September 19, 2016

Dalam Do'aku


Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang
semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening
siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening
karena akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang
hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya
mengajukan pertanyaan muskil kepada angin
yang mendesau entah dari mana

Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung
gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu
bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan
terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang
turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat
di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit
yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi
bagi kehidupanku

Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu

- Sapardi Joko Damono, 1989, Hujan Bulan Juni : Dalam Do'aku



 p.s
For the one I love most, I am just an almost. Just believe me like you believe the death, because both of me and the death will always wait for you...

Monday, March 21, 2016

PUISI DAN SAPARDI

Hari Puisi diperingati setiap tanggal 21 Maret sejak tahun 1999 atas ide dari UNESCO. Tanggal tersebut hanya selang sehari dari hari ulang tahun penyair besar Indonesia favorit saya, Sapardi Djoko Damono, yang genap berusia 73 tahun sehari lalu. Ini dia orangnya: 
pic is from google

Beberapa puisi Pak Sapardi yang pernah saya posting adalah yang tercantik menurut saya. Lihat di label 'Sapardi Djoko Damono' saja ya. Puisi-puisi Pak Sapardi dengan caranya sendiri, entah mengapa dapat membuat saya terharu, kagum, merasa tertampar, dan sekaligus bingung; kok bisa ya bapak ini pintar sekali merangkai kosakata-kosakata sederhana tetapi jadinya sangat indah, tak terlalu kaku dan norak?
Yang saya suka juga dari karyanya Pak Sapardi adalah sepertinya semua hal yang ditemuinya itu bisa aja dirangkaikan kata sama beliau. Saya pernah baca tentang saat beliau sedang menyeberang jalan, bahkan tentang kerikil kecil saja dibuatnya sajak, bagus pula hasilnya. Hebat ya?
Ya pokoknya, sangat direkomendasikan untuk search karya-karya beliau yang lainnya. dan siap-siaplah untuk 'tertampar'. :p

Oke deh!
Selamat hari puisi, Para Penyair!
Selamat ulang tahun, Pak Sapardi.
Terimakasih banyak atas segala inspirasinya, terimakasih banyak atas karya-karyanya, terimakasih sudah membuat saya merinding berkali-kali baca tulisan Bapak. Semoga kebahagiaan selalu menyertai, dan umur Bapak akan selalu diberkahi oleh Yang Maha Kuasa.
Dan terimakasih untuk 'Aku Ingin' mu yang mewarnai. :)



Love,

dbc

Sunday, March 6, 2016

Hutan Kelabu


Kau pun kekasihku
langit di mana berakhir setiap pandangan
bermula kepedihan rindu itu
temaram kepadaku semata
memutih dari seribu warna
hujan senandung dalam hutan
lalu kelabu menabuh nyanyian..

Hutan Kelabu -  Sapardi Djoko Damono



p.s.

Setiap hari kamu menemukan cara baru untuk menjadikan aku punya kamu. Di setiap hari itu juga aku kehilangan kemampuan menghindar. Dan yang paling aneh adalah, terkadang ada kalanya aku keluar rumah cuma dengan satu alasan; berharap tiba-tiba bertemu kamu di jalan atau entah di mana. Ilusi itu terkadang membunuh ya?!