Tuesday, October 18, 2016

A letter to you


Dalam hidup tak ada yang kebetulan. Segala sesuatu dibuat untuk sebuah tujuan. Dari banci diperempatan. Orang gila dipinggir jalan. Wanita kesepian di gang-gang. Tak ada yang lebih tinggi maupun lebih rendah. Hebatnya, Allah tak punya pilihan untuk menyayangi yang mana dan mana yang tidak. Ia menyayangi semua. Masalahnya, saya terkadang melebihi Allah.  Saya terlalu pemilih. Memilih siapa yang mau saya sayangi dan tidak. Sampai sini saya berpikir, yang Allah siapa, yang manusianya siapa. Malam ini kalau berdoa, minta hati yang lebar lagi untuk menyayangi. Selebar apa? Silakan pilih saja. Saya sih mau selebar globe atau bola dunia. Eh, tunggu! Globe tidak lebar, ia bulat. Oke kalau begitu sayangku ke kamu sebulat globe. Karena bagi saya, kamu adalah dunia saya.

Selamat tidur :)

No comments:

Post a Comment