Saat ini saya sedang dalam perjalanan ke kantor. Seperti biasa, saya duduk disamping Pak Sopir yang sedang bekerja mengendarai bus~
Barusaja, ada pesan masuk di Whatsapp group kantor. Hari ini teman saya, Maria, ga bisa masuk kantor. Harus terbang ke Manado. Bapaknya meninggal...
Saya ga tau apa yang mesti saya ketik sewaktu membaca pesannya. Saya cuma bisa bilang 'Tabah dan Turut Berduka' yang menurut saya terkesan common, tapi mau bagaimana lagi, itu salah satu cara untuk mengungkapkan tenggang rasa sesama manusia, bukan? Saya ga pernah tau apa yang mereka rasain, saya selalu bingung kalo dihadapin dengan situasi kaya gitu. Rasanya, apapun yg saya ucapkan itu ga akan ada pengaruhnya sama yg sedang berduka. Entahlah...
Maria dan saya pernah diskusi tentang hal ini di kantor. Gimana rasanya setiap menerima telfon dari Mama atau Bapak kami itu bawaannya selalu was-was. Seperti, "Semoga saja cuma kangen, semoga saja ada kabar baik, semoga mereka sedang dalam keadaan yang baik". Doa kami pun ga pernah terputus untuk mereka. Namanya pun anak rantau.
Saya paham benar perihal setiap manusia pada akhirnya akan kembali ke Yang Maha Punya. Tapi untuk memikirkan hal tersebut menyangkut Mama dan Bapak, saya ga pernah sanggup. Memang, tidak ada yang pernah sanggup. Dan saya jadinya kepikiran Mama dan Bapak. Hari Minggu kemarin saya lupa telfon...
Dear Maria,
Hatimu sekarang pasti sedang tidak karuan, tapi biarkan dia kokoh lagi nanti ya Mar... Allah Maha Baik. Doa saya ada buat Maria.
Dear Mama dan Bapak,
Saya kangen banget...
Sehat-sehat selalu ya. Deyang pengen Mama dan Bapak selalu ada buat deyang. Deyang akan selalu butuh Mama dan Bapak, dalam hal apapun itu bentuknya. Deyang pengen nanti anak-anak deyang bisa meluk eyang-eyang nya yang luar biasa.
Ya Allah SWT,
Rahmatilah kedua orang tua kami, Kasihilah mereka, ampunilah mereka, Ridhailah mereka dengan Keridhaan yang mencakup segala Keridhaan-Mu, sehingga mereka dapat menempati tempat-tempat mulia lagi aman disisi-Mu, tempat-tempat Pemaafan dan Pengampunan-Mu, serta Kelembutan dan Kebaikan-Mu, Ya Allah. Aamiin Ya Rabb.
Di pagi ini, diantara kemacetan Jakarta, I got this gloomy mood right in the feels.

No comments:
Post a Comment