00.00
Mencintaimu adalah keberanian.
Tetap mencintaimu ketika tahu bahwa kau tidak mencintaiku adalah ketololan yang menyenangkan.
06.44
Sepagi rasa itu, setua ingatanku.
Kau lebih fana dari pada waktu.
Andai kau tahu, rasa karena mu tidak pernah senja.
Ia selalu seperti fajar yang berhenti pada titik sempurnanya.
10.02
Apa yang paling menggelisahkan kalau bukan patah hati.
Ya patah hati, kau tahu apa yang luar biasa.
Adalah ketika hati yang patah itu masih tetap saja mampu untuk mencintaimu.
12.00
Dan di antara cinta dan harapan kepadamu terselip kebodohan yang tak kunjung reda.
Entah itu ketulusan ataupun ketidakpahaman untuk Mengikhlaskan.
16.09
Aku memalingkan pikiranku darimu, menghadapkan perhatian kepada Sang Khalik dan Sang Waktu.
Mereka bilang waktu adalah sebaik baik nya obat bagi mereka yang patah hati.
Dan Sang Khalik adalah sebaik baiknya tempat untuk mengadu.
19.00
Tapi apa kau percaya
Bahwa waktu yang mereka katakan itu hanya bisa bersembunyi.
Berjalan lebih lama dari seharusnya.
Ia malah menciptakan kegelisahan.
Jauh lebih menyiksa dari pada patah hati.
21.38
Andai kau mengerti, mencintaimu bagiku tak pernah sederhana.
Seluruh waktuku adalah untukmu.
23.59
Apa kau tahu yang membedakan
mu dengan waktu?
Waktu
berlalu...
Sedangkan kau,
menetap dalam
hati...
No comments:
Post a Comment