Cinta itu seperti bunyi 'Tik Tik' yang turun di atas genting.
Mungkin kaya lagunya Ibu Sud. Lagu tentang hujan yang paling sederhana sekaligus paling romantis.. Yang kadang kalo inget ujan juga inget kamu. Yang ada maupun ga ada. Yang pernah memberi rasa, maupun juga yang mengambil rasa. Tapi ga lupa. Belum lupa.
'Tik Tik'... Jelas itu bukan bunyi biasa. Ia magis. Ia mendatangkan rasa rindu pada momen ketika bersama. Momen ketika berpisah. Mengingatkan masih kepada orang yang sama. Yang pernah ada namun sekaligus tidak ada. Dan malam ini ada 'Tik Tik' di atas genting. Derasnya adalah rasa rindu. Rindu untuk bersama sekaligus rindu untuk berpisah. Bunyi yang mendatangkan perenungan panjang : adakah kebersamaan itu kekal? atau : kekekalan ada di dalam perpisahan?
Jelas ga ada jawaban. Belum ada jawaban.
Cuma bunyi 'Tik Tik' di atas genting. Terlalu malam ia datang. Terlalu cepat juga ia pulang..
Biarkan aku melihat matanya lagi, Tuan.. Adopsi seribu cahaya bintang..
Biarkan aku rasakan sentuh tangannya lagi, Cinta.. Yang mampukanku jatuh walau hanya sekian detik..
Biarkan aku nikmati rekahan senyum itu lagi, Sayang.. Dan biarkanku terbuai..
*Ah selalu saja mellow setiap ada hujan*
Posted via Blogaway
No comments:
Post a Comment