Thursday, June 16, 2016

Life is Crazy and Scary, but It Goes On.


" Life is too short

Grudges are a waste of perfect happiness

Laugh when you can

Apologize when you should

And let go of what you can't change

Love deeply and forgive quickly

Take chance give everything

And have no  regrets

Life is too short to be unhappy

You have to take the good with the bad

Smile when you are sad

Love what you got

And always remember what you had

Always forgive but never forget

Learn from your mistakes but never regret

People change and things go wrong

But always remember

LIFE GOES ON!

- George Carlin


Sometimes my life doesn't go the way I want it to be. Sometimes it goes rough and messy. So bad that I feel like crying in my room alone while listening to sad mellow songs. My heart falls into pieces. I breathe but I don't feel alive. But that's my life. In life I've learned, that having a bad day is normal. But hey, those tough times won't last forever loh!  That even if we make a mistake and things go wrong, life still goes on. Even if we can't make it right this time, we've learned something. And I know with every mistakes I make, I get one step closer to the great person I want to be.

I know we all have heard 'life goes on!' so many times in our life. And sometimes it loses its meaning. But if George Carlin could write those lines after his wife died, so why do we spend our whole day crying in our room when something bad happened to us? Remember what Jonathan Cook once said, "tough times do not last. Tough people do."


" At the end of each day, good or bad, be thankful. If we never had bad days then the good days wouldn't stand out. "

So yes all we need is to be tough! I hope we all can  keep that in our mind :)


xoxo

dbc

Posted via Blogaway

Monday, March 21, 2016

PUISI DAN SAPARDI

Hari Puisi diperingati setiap tanggal 21 Maret sejak tahun 1999 atas ide dari UNESCO. Tanggal tersebut hanya selang sehari dari hari ulang tahun penyair besar Indonesia favorit saya, Sapardi Djoko Damono, yang genap berusia 73 tahun sehari lalu. Ini dia orangnya: 
pic is from google

Beberapa puisi Pak Sapardi yang pernah saya posting adalah yang tercantik menurut saya. Lihat di label 'Sapardi Djoko Damono' saja ya. Puisi-puisi Pak Sapardi dengan caranya sendiri, entah mengapa dapat membuat saya terharu, kagum, merasa tertampar, dan sekaligus bingung; kok bisa ya bapak ini pintar sekali merangkai kosakata-kosakata sederhana tetapi jadinya sangat indah, tak terlalu kaku dan norak?
Yang saya suka juga dari karyanya Pak Sapardi adalah sepertinya semua hal yang ditemuinya itu bisa aja dirangkaikan kata sama beliau. Saya pernah baca tentang saat beliau sedang menyeberang jalan, bahkan tentang kerikil kecil saja dibuatnya sajak, bagus pula hasilnya. Hebat ya?
Ya pokoknya, sangat direkomendasikan untuk search karya-karya beliau yang lainnya. dan siap-siaplah untuk 'tertampar'. :p

Oke deh!
Selamat hari puisi, Para Penyair!
Selamat ulang tahun, Pak Sapardi.
Terimakasih banyak atas segala inspirasinya, terimakasih banyak atas karya-karyanya, terimakasih sudah membuat saya merinding berkali-kali baca tulisan Bapak. Semoga kebahagiaan selalu menyertai, dan umur Bapak akan selalu diberkahi oleh Yang Maha Kuasa.
Dan terimakasih untuk 'Aku Ingin' mu yang mewarnai. :)



Love,

dbc

Sunday, March 20, 2016

Surat Cinta Istri Eung-Tae Lee


Tidak sengaja sih. Saya browsing karena bosan, kemudian saya menemukan website yang keren yang berisikan simpanan surat-surat yang menarik untuk dibaca lagi. Dan kali ini, saya ingin menceritakan satu surat cinta, yang tentu saja saya dapat dari website tersebut. Surat itu ditulis seorang perempuan yang sedang hamil pada 1 Juni 1586. Dia menulis dalam bahasa Korea, tapi seseorang berbaik hati menerjemahkannya ke bahasa Inggris.



To Won's Father
June 1, 1586

You always said, "Dear, let's live together until our hair turns gray and die on the same day." How could you pass away without me? Who should I and our little boy listen to and how should we live? How could you go ahead of me?
How did you bring your heart to me and how did I bring my heart to you? Whenever we lay down together you always told me, "Dear, do other people cherish and love each other like we do? Are they really like us?" How could you leave all that behind and go ahead of me?
I just cannot live without you. I just want to go to you. Please take me to where you are. My feelings toward you I cannot forget in this world and my sorrow knows no limit. Where would I put my heart in now and how can I live with the child missing you?
Please look at this letter and tell me in detail in my dreams. Because I want to listen to your saying in detail in my dreams I write this letter and put it in. Look closely and talk to me.
When I give birth to the child in me, who should it call father? Can anyone fathom how I feel? There is no tragedy like this under the sky.
You are just in another place, and not in such a deep grief as I am. There is no limit and end to my sorrows that I write roughly. Please look closely at this letter and come to me in my dreams and show yourself in detail and tell me. I believe I can see you in my dreams. Come to me secretly and show yourself. There is no limit to what I want to say and I stop here.

Kamu pasti mampu membayangkan kesedihan semacam apa yang menuntun seorang perempuan menulis surat semacam itu. Kamu tahu? Surat cinta itu ditemukan lebih dari 400 tahun kemudian.

Pada April 1998, arkeolog menemukan peti mati Eung-Tae Lee ketika melakukan penggalian makam kuno di Kota Andong, Korea Selatan. Lelaki itu meninggal ketika masih berusia 30 tahun. Dia adalah salah satu anggota klan kuno Yi Goseong.

Eung-Tae Lee adalah suami perempuan hamil yang menulis surat cinta itu. Suaminya yang masih utuh sebagai mumi ditemukan, dalam peti matinya, di dadanya, dia mendekap surat cinta yang ditulis istrinya.  Di samping kepala Lee, ada sepasang sandal yang dirajut dari kulit rami dan rambut istrinya.



Ah, sedih! Saya, tentu saja, tidak berani mengatakan kesedihan saya sebesar kesedihan perempuan itu ketika menulis surat. *long sigh*


* Catatan: Perihal perempuan yang menulis surat cinta kepada mendiang suaminya itu bisa dibaca di sini.

Sunday, March 13, 2016

Monolog Pagi


Gue: ... ... ... (baca Timeline di social media).  Sampah? Emang ada ya di dunia ini "sampah"? Kasian banget sih orang yang nyebut sesuatu/orang lain itu sampah. Bahkan Hang Ah pernah bilang "No trash calls it/his/herself a trash".

Dia: wowowow, do you really go with that thought? Are you out of your mind?

Gue: menurut lo? Dimana letak moral orang yang mendiskreditkan orang lain dengan mengatasnamakan sesuatu? Trus knapa dia sama sekali gak berpikir tentang posisi dirinya sendiri?

Posted via Blogaway

Sunday, March 6, 2016

Hutan Kelabu


Kau pun kekasihku
langit di mana berakhir setiap pandangan
bermula kepedihan rindu itu
temaram kepadaku semata
memutih dari seribu warna
hujan senandung dalam hutan
lalu kelabu menabuh nyanyian..

Hutan Kelabu -  Sapardi Djoko Damono



p.s.

Setiap hari kamu menemukan cara baru untuk menjadikan aku punya kamu. Di setiap hari itu juga aku kehilangan kemampuan menghindar. Dan yang paling aneh adalah, terkadang ada kalanya aku keluar rumah cuma dengan satu alasan; berharap tiba-tiba bertemu kamu di jalan atau entah di mana. Ilusi itu terkadang membunuh ya?!


Wednesday, February 10, 2016

It's All Love

Yes, today I come up with no poem of Mr. Sapardi, but a story about love. I got this from Jen's Timeline and I think it's good to be a thought for many people who usually ask the same question about, "Am I with the right partner?" 
I promise you, this one is also worth reading. 


During a seminar, a woman asked, "How do I know if I am with the right person?"

The author then noticed that there was a large man sitting next to her so he said, "It depends. Is that your partner?" 
In all seriousness, she answered "How do you know?" 
"Let me answer this question because the chances are good that it's weighing on your mind.", replied the author.

Here's the answer.

Every relationship has a cycle… 

In the beginning; you fall in love with your partner. You anticipate their calls, want their touch, and like their idiosyncrasies. Falling in love wasn't hard. In fact, it was a completely natural and spontaneous experience. You didn't have to DO anything. That's why it's called "falling" in love.

People in love sometimes say, "I was swept of my feet." Picture the expression. It implies that you were just standing there; doing nothing, and then something happened TO YOU.

Falling in love is a passive and spontaneous experience. 

But after a few months or years of being together, the euphoria of love fades. It's a natural cycle of EVERY relationship.

Slowly but surely, phone calls become a bother (if they come at all), touch is not always welcome (when it happens), and your spouse's idiosyncrasies, instead of being cute, drive you nuts. The symptoms of this stage vary with every relationship; you will notice a dramatic difference between the initial stage when you were in love and a much duller or even angry subsequent stage.

At this point, you and/or your partner might start asking, "Am I with the right person?" And as you reflect on the euphoria of the love you once had, you may begin to desire that experience with someone else. This is when relationships breakdown!

The key to succeeding in a relationship is not finding the right person; it's learning to love the person you found.

People blame their partners for their unhappiness and look outside for fulfillment. Extramarital fulfillment comes in all shapes and sizes.

Infidelity is the most common. But sometimes people turn to work, a hobby, friendship, excessive TV, or abusive substances. But the answer to this dilemma does NOT lie outside your relationship. It lies within it.

I'm not saying that you couldn't fall in love with someone else. You could. And TEMPORARILY you'd feel better. But you'd be in the same situation a few years later.

Because (listen carefully to this):

The key to succeeding in a Relationship is not finding the right person; it's learning to love the Person you found.

SUSTAINING love is not a passive or spontaneous experience. You have to work on it day in and day out. It takes time, effort, and energy. And most importantly, it demands WISDOM. You have to know WHAT TO DO to make it work. Make no mistake about it.

Love is NOT a mystery. There are specific things you can do (with or without your partner), Just as there are physical laws Of the universe (such as gravity), there are also laws for relationships. If you know how to apply these laws, the results are predictable.

Love is therefore a "decision". Not just a feeling.



Remember this always: 
God determines who walks into your life. It is up to you to decide who you let walk away, who you let stay, and who you refuse to let GO....!!! 



:)

Wednesday, November 4, 2015

Tetesan Rasa


Tidakkah kau dengar bicaraku, Hujan?

Sudah tulikah dirimu?

Atau aku masih bicara dalam hening rasa hati?

Atau mungkin aku sudah mati rasa?

Karenanya, atau karenamu?

Karena kembali aku tak bisa menggenggamnya…

Apalagi menggenggammu…

Tak setetes pun…

Posted via Blogaway

Saturday, February 16, 2013

KUKILA


REMEMBERING THE PAST
Mengenang masa lalu, mengambil pelajaran darinya, dan berjanjilah bahwa hidup di masa depan akan lebih baik.

Kukila - dia mantan pacar saya. Itu bukan nama aslinya. Dulu kami punya sepasang tokoh khayalan. Kedua tokoh itu saling berkirim surat di sebuah buku tebal. Kukila dan Pilang. Jika malam ini buku itu ada dikamar saya, saya sebagai Pilang akan mengirim surat dan meyerahkan buku itu kepadanya esok harinya.
         Ciuman pertama saya terjadi diruang tamu rumahnya. Saya mengenang ciuman itu dalam sebuah puisi berjudul Hujan Rintih-Rintih yang kemudian menjadi judul kumpulan puisi pertama saya. Ya, waktu itu hujan. Di rumahnya cuma ada saya, kakaknya dan dia. Saya mengantarnya pulang dari kampus. Di perjalanan, kami basah. Dia meminjamkan salah satu t-shirt miliknya dan membuatkan segelas teh untuk saya. Dia duduk di dekat saya. Saya memegang tangannya, cukup lama, saling menghangatkan telapak tangan. Dia menunduk saja. Saya menarik dan mengecup keningnya, setelah sebelumnya mengecup punggung tangannya. Dia mendongak dan saya mengecup bibirnya. Saya tidak mau menceritakan lebih detail lagi. Saya kira, malam itu saya membuat hujan di luar jendela rumahnya menggigil karena cemburu.


Sunday, December 23, 2012

ALASAN KENAPA SAYA MASIH SUKA BELI KASET DVD BAJAKAN

everybody has their own reason of whys they want or don't want to buy pirated DVDs. this's mine (i don't care what ppl will say about this) :


Yang asli harganya sekitar 180.000 Rupiah atau kalo dalam dolar US $ 18. Murah? Nih ya lo bakal mikir ala gw. Di sini, setara dengan:

  • 3 kali gw makan pasta sama temen2 gw 
  • 24 kg gas emak gw suka beli (2 tabung gas)
  • pulsa hape gw selama sebulan
  • tagihan inet gw selama 1 bln
  • 18 bulan uang sekolah bagi anak-anak yg disponsori sama ibu saya dan geng nya
  • 36 set makan nasi tumis bayam--telur goreng-tempe -sambel kalo lo makan di warteg
  • satu pesawat tiket Jkt - Singapura dengan AirAsia 
  • tagihan listrik selama sebulan ketika gw tinggal sama teman-teman di sebuah rumah pas intership
  • 4 kali pergi ke bioskop di akhir minggu dgn tambahan Rp. 20.000,-
  • 1 kali hair-spa di salon
  • setengah harga DVD player (360.000 harga aslinya)
  • 180 jam telponan pake hp CDMA Esia
  • 36 Oreo McFlurry kesukaan gw, tidak - termasuk ekstra pajak 10% 

Yeap, dan siapa yang kehilangan keuntungan besar? Bintang Hollywood dan produser-produser yang punya rumah di deket pantai dgn harga milyaran dolar?  Saya pikir tidak apa-apa.



  • Yang bajakan harganya 6000 rupiah atau US $ 0,6. Sebenarnya itu 5000 kalo belinya di Mall, kecuali gw, klo gw kaga terlalu suka pergi ke sana.
  • Bajakan itu pun kaset DVD nya bagus baguusssss dan ga kalah dari bioskop
  • Kalo untuk masalah menghargai karya seni, gue ga peduli. klo lo bilang "coba lo yg jadi artisnya, lo ga sedih?" ENGGA. ngapain gw sedih. kan gw bs kaya  udahan dr bayaran ntu film, trus org2 kaya yg kelebihan duit itu jg paling udah beli yg original, saatnya yg taraf bawah deh yg kenal sama gue lewat yg bajakan. biar mreka semua tau kalo gue artis. HAHAHA

Friday, April 13, 2012

Sweetest Letter Ever!


Rahayu,

Besok Kamis 12 April 2012 mungkin akan jadi awal yang baru untukku. Episode lanjutanku dalam menapak lembar kehidupan politik yang kurintis sejak lama. 

Jujur banyak hal yang kutakutkan dalam menyambut esok hari itu. Dan yang paling kutakutkan adalah jika dengan amanah baru itu aku akan kekurangan waktu, waktu untukmu May, waktu untuk sekedar menyapa dan berbagi cerita layaknya beberapa bulan terakhir.

Aku mohon beribu maaf kalau sampai itu yang terjadi. Tapi bagaimanapun nanti dampaknya, aku mohon kamu bisa tetap percaya bahwa aku akan selalu sama, memegang janji untuk menjaga hati ini hanya untukmu.

Aku masih terus berharap suatu saat kita bisa saling memiliki, saling mengerti, saling membantu, saling berkorban dan menyatukan jiwa raga hingga akhir hayat.

Biarlah Sukarno memiliki Fatmawati, Suharto memiliki Hartinah, Habibie memiliki Ainun, Wahid memiliki Sinta, Megawati memiliki Taufiq, Yudhoyono memiliki Ani. Dan kubiarkan kau memilikiku, seutuhnya. 

Kudoakan agar Allah SWT selalu melindungimu dan menganugerahkan kesehatan serta keselamatan dalam menunaikan kewajiban mulia menuntut ilmu demi kemajuan bangsa dan negara di masa depan.

Jangan lupa syukuri dan manfaatkan waktu dengan selalu beribadah ya May. 

Selamat berkarya disana, semoga Allah SWT selalu melindungi, memberikan kasih sayang dan memberi petunjuk serta ridho-Nya kepada kita semua dalam melaksanakan tugas masing-masing. Amin.



Yang insya Allah selalu mencintaimu,

R M B P R




Halooooooo!! 

Bingung ya? Hehehe. Iya itu surat dari seseorang. Sebenernya sih ga ada maksud apa-apa. Hari itu, baruuuuu aja buka mata bangun tidur, ngecheck ada popoup notification message. Gue baca, sampai habis. I thought that was the sweetest letter for me ever! Mungkin di jaman sekarang (atau kalo gue ikutin pikiran gue yang kadang sok modern ini) gaya surat kaya gini tuh jadul banget ya ga?! Mungkin lebay atau apalah namanya. But you know what? Gue ga tau ya, rasanya itu hal pertama yg ngebuat gue senyum untuk pertama kali di pagi itu. hahahaha. Berasa lagi di jaman Kartini gitu gue... atau dizaman orang-orang yg tersebut diatas itu hidup. Soalnya gue jg pernah baca gaya penulisan kaya gitu itu ya waktu Pak Sukarno atau Pak Habibie gitu lah. Dan itu membuat damai jiwa gue dipagi hari itu. *tsaaahh

Ini bukan berarti gue suka yg jadul-jadul. Mungkin ini karena situasi, kondisi, prasaan pada saat membuka mata dan orang yang menulisnya kali yaaa yang bikin ngaruh. Hahaha. Tapi sebenernya ini bukan hal pertama yg ditulis orang itu atau orang lain, tp entah kenapa baru kali ini surat yang berasa bikin gue kangen belajar sejarah.. Dan kangen buat ngebaca cerita romansa orang-orang pembesar Indonesia waktu dulu. Intinya sih kalo waktu itu gue cuma bisa ngerasain 'lemes'nya ngebaca surat yg ditulis dan dikirim orang lain di dlm buku, skrg gue udah dapet satu. hahaha *norak :p


That letter made me fly to my hi-fantasy and that had made my day !



and for you,




Thank you for makin' me happy. And I'm sorry I couldn't do the same...



p.s. RAHAYU dalam bahasa Jawa artinya Cantik.